Mahasiswa UT di Yunani mengikuti Seminar tentang Motivasi dan Kewirausahaan oleh KBRI Athena

Minggu, 19 Februari 2012.

Mahasiswa Universitas Terbuka Indonesia wilayah layanan Yunani mengikuti Seminar tentang Motivasi dan Kewirausahaan bagi Masyarakat Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Athena, dengan menghadirkan Ibu Indah Morgan sebagai pembicara. Acara tersebut di Ikuti oleh sekitar 100 orang peserta dengan sangat antusias, semangat dan gembira. Ibu Indah Morgan memberikan uraian tentang motivasi, tips perencanaan finansial untuk usaha, dan berbagai permainan kelompok yang bertujuan untuk membangkitkan semangat serta menumbuh kembangkan Jiwa Kewirausahaan. Dalam acara tersebut turut hadir para pejabat dan staf di lingkungan internal KBRI Athena. Selanjutnya acara ditutup dengan pesan-pesan untuk seluruh peserta seminar dari Bapak Abdul Fatah Zaenal selaku Pejabat Senior KBRI Athena yang mewakili Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani Bapak Ahmad Rusdi yang berhalangan hadir.

Persiapan Pembukaan Pendaftaran Mahasiswa Baru masa registrasi 2012.1 Universitas Terbuka di wilayah layanan Yunani.

Pemberitahuan bagi Masyarakat Indonesia di Yunani , bahwa dalam rangka persiapan menyambut pembukaan pendaftaran Mahasiswa Baru masa registrasi 2012.1 yang di mulai bulan Januari 2012 maka kami selaku pengurus Kelompok Belajar Mahasiswa Universitas Terbuka Indonesia di Athena-Yunani bermaksud mengkoordinir pendaftaran mahasiswa baru dengan persyaratan sebagai berikut :

Dokumen yang harus diserahkan :

  1. Satu lembar Foto Kopi Ijasah Terakhir (minimal SLTA sederajat) yang sudah dilegalisir Asli.
  2.  Pas Foto 2×3 cm, 3 Lembar.
  3. Harap diserahkan ke pengurus kelompok belajar ( Sdr Yudi, Sdri Nullie, Atau Sdri Santi ) paling lambat tgl 2 Januari 2012.

Biaya :

  1. Biaya awal 200 euro (harap diserahkan/dibayarkan bersamaan dengan penyerahan dokumen persyaratan).
  2. SPP (Simpanan Pembiayaan Pendidikan) sebesar 40 euro tiap bulan mulai bulan Januari 2012, yang akan dipergunakan untuk pembayaran :
  • Biaya kuliah tiap semester berikutnya.
  • Biaya Pengiriman buku kuliah (Modul) untuk semester berjalan, dari Jakarta ke Yunani.
  • Biaya operasional UAS semester berjalan (konsumsi,peralatan tulis,dll).
  • Biaya operasional dan administrasi Kelompok Belajar (foto kopi, pembelian kertas,
    dll).
  • Sisanya akan di simpan di Kas kelompok belajar dan akan dipergunakan untuk keperluan kegiatan bersama.

Jurusan/Program Studi :

  • Pada dasarnya semua program studi bisa dilayani oleh UT untuk wilayah Yunani asalkan jumlah peminat nya memenuhi kuota kelas (minimal 20 mahasiswa)per jurusan/program studi agar memungkinkan untuk diselenggarakannya TTM via Video Conference (Tutorial Tatap Muka via Video Conference Skype) dengan Tutor yang berada diIndonesia..
  • Apabila jumlah mahasiswa peminat jurusan tersebut sangat sedikit maka otomatis mahasiswa jurusan tersebut hanya bisa melakukan belajar secara mandiri dan Tutorial Online via Website UT saja.
  • Disarankan kepada mahasiswa baru untuk memilih jurusan yang sudah tersedia/terlayani di
    Yunani agar memudahkan dalam membangun semangat belajar.
  • Program Studi yang ditawarkan Universitas Terbuka adalah :
  1. FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi (S1).
  2. FISIP Jurusan Sosiologi (S1).
  3. FISIP Jurusan Sastra dan Bahasa , Program Studi Sastra Inggris  (S1) bidang minat penterjemahan .
  4. FISIP Jurusan Ilmu Administrasi : Administrasi Negara(S1), Administrasi Niaga (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), Studi kearsipan (D-IV), Studi Perpajakan (D-III).
  5. FISIP program studi Perpustakaan (D-II).
  6. FEKON Jurusan Manajemen (S1).
  7. FEKON Jurusan Akuntansi (S1).
  8. FEKON Jurusan Ekonomi Pembangunan (S1).
  9. FMIPA Jurusan Matematika (S1).
  10. FMIPA Statistika  (S1).
  11. FMIPA Biologi (S1).
  12. FKIP (Khusus untuk calon mahasiswa yang berstatus GURU atau mempunyai Surat keterangan mengajar.

Materi TTM via Skype ke 3, tgl 23 Oktober 2011 mata kuliah Hubungan Masyarakat

Tutor : Bapak Sutartono

HUBUNGAN MASYARAKAT   (TUTORIAL 3)

Teknik Komunikasi dalam Humas  (Modul 7)

Kemampuan
dalam berkomunikasi efektif bagi praktisi humas sangat diperlukan. Untuk
mencapai komunikasi yang efektif diperlukan teknik-teknik komunikasi tertentu
yang meliputi teknik komunikasi lisan, komunikasi tulis (cetak), dan komunikasi
audio visual.

 

Teknik Komunikasi Lisan

Komunikasi
lisan bisa menjadi media organisasi yang paling efektif dan paling murah untuk
menyampaikan informasi kepada publik (Moore, 1981). Hal ini dikarenakan
komunikasi lisan merupakan proses komunikasi dua arah yang memungkinkan
informasi tersebut segera diterima dan mendapat feed back dengan segera.

 

A. Lobi

Lobi bisa
dipahami sebagai suatu kegiatan komunikasi dengan tujuan mewujudkan kepentingan
orang yang melakukan lobi (pelobi) atau seseorang/organisasi yang menggunakan
pelobi dengan cara halus. Dengan kata lain kegiatan tersebut lebih pada upaya informatif
dan persuasif daripada koersif (memaksa). Lobi juga bisa diartikan sebagai
kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok dengan
sasaran akhirnya adalah mempengaruhi keputusan pemerintah dan para pembuat
undang-undang.

Di Amerika
lobbyist  telah berkembang jadi profesi baru yang cukup
bergengsi, mereka bahkan sudah memiliki organisasi profesi, di mana
keanggotaannya diikat oleh suatu Kode Etik Profesi sehingga kegiatan mereka bisa
dipertanggungjawabkan secara etis.

Di
Indonesia lobi kerap dianggap sebagai kegiatan “kotor” karena tidak ada sistem kontrol
yang jelas, sering diidentikkan dengan kegiatan suap-menyuap, kolusi, dan
nepotisme.

Dalam
dunia kehumasan lobi bisa digunakan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
supaya apa yang diputuskan tidak merugikan pihak-pihak tertentu, khususnya para
publik yang menjadi sasaran humas.

 

B. Negosiasi

Negosiasi
secara awam kadang dipahami sebagai suatu upaya komunikasi dalam situasi
konflik. Padahal definisi negosiasi yang sebenarnya adalah “ pembicaraan dengan
orang lain dengan maksud untuk mencapai kompromi atau kesepakatan … untuk mengatur
atau mengemukakan.” (Oxford Dictionary).
Ludlow dan Panton (1992) mengatakan bahwa negosiasi adalah pertemuan antara dua
pihak dengan tujuan mencapai kesepakatan atas pokok-pokok masalah yang:

1. penting dalam pandangan kedua belah pihak

2. dapat menimbulkan konflik di antara kedua belah pihak

3. membutuhkan kerjasama kedua belah pihak untuk mencapainya

 

Kunci
utama kegiatan negosiasi adalah win-win
solution,
namun pada praktiknya tujuan utama negosiasi tidak selalu bisa
tercapai. Suatu negosiasi mungkin saja berakhir dengan adanya perasaan/kondisi
kalah-menang, kalah-kalah.

 

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi negosiasi antara lain:

1. kekuatan tawar-menawar

2. kepentingan-kepentingan dalam negosiasi

3. suasana negosiasi

 

C. Presentasi

Presentasi
adalah kegiatan menyampaikan sesuatu dengan tujuan tertentu. Ludlow dan Panton
(1992) menjelaskan beberapa tujuan presentasi antara lain:

1. untuk mempertunjukkan: layanan, produk, sistem.

2. untuk membentuk: citra, strategi.

3. untuk menghibur: kolega, orang luar.

4. untuk menjual: konsep, produk, ide

5. untuk mewakili: kelompok, perusahaan, departemen.

6. untuk mempromosikan: sikap, cara bekerja.

7. untuk mengusulkan: penyelesaian, konsep baru.

 

D.
Berbicara di Muka Umum

Berbicara
di depan umum lebih dikenal dalam bentuk public
speaking
dan pidato. Kegiatan ini jika dilakukan para juru bicara
organisasi secara efektif, bisa menjadi salah satu cara tercepat dan paling
berkesan untuk menyampaikan informasi kepada publik. Pidato selain bersifat
informatif, juga bisa digunakan sebagai upaya persuasif dalam rangka mendapat
dukungan. Misalnya pidato di hadapan para pemegang saham tentang jalannya
operasi organisasi dan keuntungan orgasnisasi. Dalam hal ini selain untuk
memberi informasi pidato juga digunakan untuk mendapat dukungan para pemegang
saham supaya memperbesar penanaman saham mereka.

 

De Vito
membagi metode penyampaian dalam public
speaking 
ke dalam empat metode,
yaitu:

1. Impromptu

Metode berbicara di depan umum tanpa
persiapan khusus. Dalam rapat peserta seringkali diminta member komentar atau
tanggapan mengenai berbagai isu. Kemampuan impromptu  bisa dipupuk memalui kemampuan berbicara di
muka umum.

2. Manuskrip atau naskah

Pembicara membaca naskah
pidato bagi khalayak, paling aman digunakan dalam situasi yang menuntut
ketepatan waktu dan kata-kata yang dipakai.

3. Menghafal

Seperti metode manuskrip,
metode menghafal sering digunakan bila isi pembicaraan menyangkut kasus-kasus
yang sensitif atau bila waktu yang disediakan sangat terbatas.

4. Ekstemporer

Penyampaian dengan metode
ini memerlukan persiapan yang menyeluruh, mengingat gagasan-gagasan pokok serta
urutan kemunculan pesan yang disampaikan, dan barangkali menghafal beberapa
kalimat pertama dan terakhir dari pembicaraan, tetapi tidak ada keterikatan
yang kaku dalam pemilihan kata-kata. De Vito sangat menganjurkan metode ini
untuk pembicaraan di muka umum (public
speaking
).

 

Teknik Komunikasi Tulis Cetak

Pesan yang
disampaikan secara tertulis memiliki respon yang tertunda sehingga perbaikan
komunikasi tidak bisa dilakukan dengan segera. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang
sebelum pesan tertulis disampaikan.

 

A. Penulisan Informatif

Pesan-pesan yang sifatnya informative lebih
mengharapkan efek kognisi daripada efek yang lain. Suatu informasi adalah suatu
pesan yang dianggap baru bagi penerimanya sehingga dianggap sebagai usaha
menambah pengetahuan.

Adabanyak informasi yang bisa digunakan bagi
kepentingan organisasi dan publik. Ke dalam organisasi praktisi humas harus
mampu menyediakan informasi-informasi untuk pengambilan keputusan, sedangkan ke
luar organisasi praktisi humas harus mampu menyediakan informasi yang layak
diketahui oleh publik.

Tidak semua pesan merupakan suatu informasi, dalam
kehumasan suatu pesan disebut informasi apabila pesan tersebut memnuhi
unsur-unsur sebagai berikut: faktual atau sesuai dengan fakta, bukan rumor,
bukan kebohongan, bahkan bukan hanya cerita khayalan.

Cara untuk mengetahui apakah suatu informasi adalah
fakta, bisa mengikuti formula 5W+1H
yaitu, Who, What, Where, When, Why dan How.

 

B. Penulisan Persuasif

Menurut Kamus Istilah Komunikasi, persuasi adalah
proses mempengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku orang lain dengan menggunakan
manipulasi psikologis sehingga orang tersebut berperilaku seperti atas
kehendaknya sendiri. Jadi meskipun menggunakan manipulasi psikologis, persuasi
tidak membolehkan adanya terror,
pemerasan, ancaman, dan sebagainya.

Dalam dunia bisnis, penulisan persuasif biasa
digunakan dalam surat permintaan, surat penawaran, dan penanganan
klaim atau keluhan. Sementara yang paling dekat dengan dunia kehumasan, salah
satu bentuk penulisan persuasif adalah iklan yang dimuat di media massa cetak,
baik dalam bentuk iklan produk yang menunjang keberhasilan marketing maupun
iklan korporat yang memperkuat positioning
organisasi.

Banyak pakar mengemukakan pikirannya tentang
pendekatan persuasi, namun benang merahnya adalah sama yaitu, mengacu pada A-A Procedure atau From Attention to Action,  yaitu penahapan persuasi yang dimulai
datiusaha menumbuhkan perhatian (attention)
hingga pada menggerakkan suatu perbuatan (action) tertentu. Prosedur A-A diurai
menjadi formula AIDDA, yaitu akronim dari attention,
interest, desire, decision,
dan
action.

 

Teknik Komunikasi
Audio Visual

Perkembangan teknologi yang pesat sangat menguntungkan
para praktisi humas. Karena pada dasarnya teknologi komunikasi berperan sebagai
alat bantu yang mempermudah kerja humas dalam upaya menyampaikan pesan-pesan
yang dibuatnya.

 

A. Pemanfaatan Media Audio dalam Kehumasan

Pada dasarnya yang disebut media audio tidak hanya
audio yang sifatnya pasif, seperti radio. Tetapi juga media audio yang
digunakan untuk komunikasi antar personal, seperti telepon dan radio telepon.

Media audio memiliki ciri pesan yang disampaikan bisa
ditangkap oleh indera pendengaran. Karena itu sifat pesannya adalah sangat
terbatas oleh waktu, sekali disajikan dan jika tidak mendengar dengan seksama
maka pesan itu akan lewat dan kita tidak mendapatkan informasi apapun.

1. Telepon

Sifatnya personal, jarak jangkauanya jauh, dapat
mengirim dan menerima pesan secara langsung. bisa dimanfaatkan untuk
pembicaraan penting (mungkin juga rahasia). Namun biaya pulsa masih tinggi,
kemampuan mendengar manusia terbatas sehingga perlu memperhitungkan kekuatan
kata-kata, intonasi dan pitch.

 

2. Radio Telepon

Alat komunikasi radio ini menggunakan gelombang radio,
di mana frekuensinya terbuka untuk publik sehingga pembicaraannya tidak bisa
dikatakan personal. Dibanding telepon media ini jauh lebih lebih murah, tetapi
jangkauannya tidak seluas media massa,
dan tidak sejauh telepon. Solidaritas komunitasnya sangat tinggi, melalui
organisasi ORARI dan RAPI misalnya mereka aktif nampak aktif dalam
kegiatan-kegiatan sosial.

 

3.Radio

Radio sebagai media humas diartikan sebagai seluruh
jaringan kerja alat-alat yang terlibat dalam proses penyiaran bersifat auditif.

Kelebihannya, antara lain:

1. Mempunyai daya penyampai langsung, membawakan suara di tempat-tempat
yang berjauhan secara immediacy
(hampir bersamaan).

2. Siarannya dapat dinikmati dalam lingkungan keluarga, suasana akrab (intimacy).

3. Kombinasi dialog, efek suara, dan musik menambah daya pikat bagi
pendengar.

4. Pesawat penerima relatif murah dan merakyat. Sifat audio dan gayapenyampaiannya
sangat memungkinkan pesan diterima dengan santai, sambil makan, istirahat,
maupun sambil bekerja.

5. Pesawat penerimanya dapat dibuat dalam berbagai ukuran dan mudah
dibawa serta dipindahkan.

 

Kelemahan, antara lain:

1. Sifatnya
sepintas, membutuhkan penangkapan dan pengertian pendengar secara cepat dan
akurat. Sifat ini memungkinkan bias yang cukup besar.

2. Gangguan
cuaca dan gangguan teknis merupakan faktor penyebab pesan kurang efektif dan
juga bias. Penggunaan frekuensi gelombang suara menyebabkan  siaran radio akan diterima bersih di pagi dan
malam hari.

3. Pendengar radio adalah khalayak yang sangat
heterogen dari sisi demografi dan psikografi.

 

B.
Pemanfaatan Media Audio Visual

Media
audio visual dicirikan dengan penangkapan pesan melalui indera pendengaran dan
indera penglihatan.

1.
Televisi

Televisi
merupakan medium telekomunikasi yang memiliki jangkauan lusa dan serempak
menuju khalayak yang banyak. Khalayak televisi lebih heterogen daripada media massa lainnya, karena
kemudahan dalam menerima pesan-pesan yang disampaikan secara audio visual.
Praktisi humas dapat memanfaatkan televisi untuk menayangkan iklan, berita,
membuat serangkaian wawancara eksklusif, talk
show
, pidato, dan sebagainya. Kelemahan televisi bukan semata pada
teknologinya, melainkan lebih pada perlakuan masyarakat yang memanfaatkan
televisi lebih sebagai media hiburan. Sebagai media komunikasi, harga space and time-nya relatif mahal.

 

2.
Film

Film
bagi humas merupakan media komunikasi, instruksi, riset, dsb. Tidak hanya film
dokumenter, film cerita juga merupakan media efektif bagi tujuan humas. Saat
ini banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan teknik film untuk membuat
company profile sehingga penggambaran
profil organisasi nampak lebih hidup dan menarik.

 

 

 

 

Penerapan Humas dalam Berbagai
Organisasi
(Modul 8)

Pada
modul ini dibahas bagaimana praktik humas diterapkan atau diaplikasikan dalam
berbagai organisasi yang berbeda-beda. Kedudukan humas dalam orgaisasi pada
masa kini menjadi sangat penting. Kegiatan humas hadir dalam sebuah organisasi
sebagai salah satu faktor yang diperlukan untuk dapat memperlancar
upayamencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

 

Humas di Organisasi Politik

Orde
reformasi tampaknya ingin mengembalikan kehidupan politik yang dinamis dan
demokratis di Indonesia.Terbukanya pintu demokrasi memungkinkan rakyat untuk
memiliki posisi atau pendapat yang berbeda dengan pemerintah.Tuntutan rakyat
kian beragam dan mendesak, sorotan kepada pemerintah juga datang dari berbagai
sudut. Era keterbukaan yang digulirkankian memberi ruang untuk pemunculan opini
publik yang dinamis. Rakyat tidak sungkan-sungkan lagi untuk menyuarakan
pendapatnya, menyampaikan protes serta melakukan kritik.

Di
lain pihak, kehidupan partai politik juga kembali marak. Puluhan partai politik
baru telah didirikan. Dengan berbagai cara mereka berupaya mendekati rakyat.
Semua berlomba mengajak rakyat untuk berkomunikasi dan berdialog. Semua
mengklaim peduli terhadap kepentingan rakyat.

Dalam
kondisi semacam ini, praktik kehumasan menjadi semakin relevan, adanya sistem
pemilihan umum secara langsung ditingkat pusat maupun daerah juga membuka lebar
peluang aplikasinya kegiatan kehumasan di dunia politik.

 

A.
Humas di Pemerintahan

Abraham
Lincoln pada tahun 1864 pernah mengatakan, Let
the people know the fact, and the country will be safe
. Hal ini menunjukkan
bahwa sebuah pemerintahan demokratis adalah government
of the people, by the people, and for the people
menjadikan rakyat sebagai
partner utama pemerintah. Pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat untuk
segala kebijakan, peraturan, serta berbagai keputusan yang dibuat. Untuk itu
rakyat berhak tahu dan wajib untuk tahu akan segala hal yang dilakukan
pemerintah.

 

Stephen
Stockwell (2000) menyatakan bahwa pada prinsipnya kegiatan kehumasan di
pemerintahan merupakan pekerjaan-pekerjaan untuk mengelola:

1.
mengelola hubungan dengan media guna menyampaikan informasi-informasi yang
berkenaan dengan kebijakan serta informasi-informasi yang bersifat politis.

2.
mengelola kegiatan-kegiatan lobbying  yang dilakukan oleh berbagai kelompok
kepentingan yang ada

3. mengelola
teknik kampanye dalam pemilu sebelum sebuah pemerintahan (baru) terbentuk.

 

Cutlip,
Center, dan Broom (1985) menyatakan bahwa tugas humas pemerintahan yang utama
adalah:

1. active on action programs  (mensosialisasikan program-program pemerintah
agar mendapat dukungan penuh dari rakyat)

2. compliance in regulatory programs (mengkampanyekan
peraturan-peraturan pemerintah serta perundang-undangan baru agar diketahui dan
dipatuhi rakyat)

3. voter support fo the incumbent
administrations’s policies
(mengupayakan agar pemilih mendukung
kebijakan-kebijakan pemerintah yang tengah berkuasa).

 

Seorang
politikus Mordecei Lee menyatakan bahwa praktik kehumasan yang profesional dan
kredibel di lembaga pemerintahan akan memberikan kontribusi yang cukup besar
pada hal-hal:

1.
Penerapan kebijakan publik

2.
Membantu media massa
meliput kegiatan pemerintahan

3.
Melaporkan kepada masyarakat akan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah

4.
Meningkatkan kerjasama dan rasa saling percaya antar bagian di dalam lembaga
pemerintahan itu sendiri

5.
Meningkatkan sensitivitas pemerintah terhadap apa yang diinginkan publik

6.
Memobilisasi dukungan terhadap pemerintah.

 

Dari
berbagai pendapat tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa ada tiga macam
kegiatan utama humas pemerintah, yaitu:

1. segala
hal yang berhubungan dengan bagaimana menjalin kerjasama yang baik dengan pihak
media

2. segala
hal yang berkaitan denganpenyampaian dan menggalang dukungan dari masyarakat
untuk berbagai program dan kebijakan serta peraturan dari pemerintah

3. membantu
pemerintah yang tengah berkuasa mendapatkan dukungan dari masyarakat.

 

B.
Humas di partai Politik

Bangkitnya
semangat untuk kembali berpolitik aktif yang menjangkiti berbagai elemen
masyarakat merupakan kesempatan bagi praktisi-praktisi humas untuk
emempraktikkan keahlian mereka di bidang komunikasi politik, lahan yang selama
ini kurang digarap dengan baik di Indonesia.Salah satu area yang cukup
menjanjikan bagi perkembangan humas komunikasi politik adalah apa yang biasa
dikenal dengan election campaign.
Kampanye semacam ini biasanya dilakukan di seputar waktu menuju pemilihan umum
(general election) baik di tingkat
nasional maupun lokal. Dalam hal ini humas bisa menangani kampanye kandidat
politik maupun partai politik itu sendiri.

Kampanye
politik biasa ditangani oleh profesional-profesional yang disebut sebagai Campaign Directors. Di Indonesia dikenal
sebagai Tim Sukses. Tugas Tim Sukses adalah menciptakan sebuah citra positif
bagi kandidat politik yang ditanganinya.

Stephen
Stockwell (2000) membagi kampanye politik menjadi dua, yaitu:

1. insurgent campaign, kampanye politik
untuk calon/kandidat yang ingin memenangkan sebuah kedudukan politik.

2. incumbent campaign, kampanye politik
untuk untuk calon/kandidat yang tengah memegang kedudukan politik tertentu dan
ingin mempertahankannya.

 

Menurut
Stockwell, ada beberapa hal mendasar yang harus dilakukan oleh Tim Sukses dalam
menangani kampanye politik:

1.
Menciptakan positioning tertentu bagi
kandidat politik

2.
Melakukan riset

3.
Media management

4.
Mengelola upaya kontak langsung dengan pemilih (direct voter contact).

 

Humas untuk Organisasi Bisnis

Organisasi
bisnis/organisasi profit (profit oriented
organization
) adalah salah satu bentuk organisasi yang semakin banyak
menggunakan jasa humas dalam kegiatannya sehari-hari. Terlebih lagi untuk
perusahaan-perusahaan besar dengan jumlah karyawan ribuan atau perusahaan multi
nasional yang memiliki sejumlah cabang di luar negeri, perusahaan-perusahaan
semacam ini sekarang semakin menyadari pentingnya peran humas bagi organisasi.

Organisasi
bisnis saat ini tidak hanya bertujuan mencari keuntungan, namun juga harus
memiliki tanggung jawab sosial perusahaan (TSP), dikenal dengan istilah corporate social responsibility (CSR). Perusahaan juga harus peka
terhadap isu-isu sosial, isu sosial dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah
pada perusahaan. Peran lain yang diemban humas dalam organisasi bisnis adalah
menjalin hubungan, menyusun rencana dan melaksanakan berbagai program internal
maupun eksternal.

Peran
humas yang lain yang cukup penting adalah melakukan financial relations dan
lobbying.
Grunig dan Hunt mengidentifikasi empat publik yang tergolong
dalam Financial relations, yaitu:

1. Current shareholder (investor, pemilik
saham)

2. Prospective shareholder (kelompok yang
dianggap potensial menjadi pemegang saham)

3. The financial community (bankir,
pialang saham, penasihat investasi, perusahaan asuransi)

4. Financial media (publik pencari
informasi, media massa,
dsb)

 

Beberapa
cara menjalin hubungan dengan investor dan pemegang saham adalah

1.
Annual reports (laporan tahunan)

2.
Annual general meeting (pertemuan
tahunan)

 

Suatu
perusahaan yang ingin bertahan di masyarakat, harus mewaspadai berbagai isu yang
berkaitan dengan kehidupan perusahaan. Ketika isu sudah mengkristal, biasanya
hal itu akan berimplikasi pada pembuatan kebijakan publik yang relevan dengan
isu dimaksud. Hal inilah yang bisa dinegosiasikan perusahaan dengan kegiatan lobbying.

 

Humas untuk Organisasi Sosial

Organisasi
sosial adalah organisasi yang bertujuan tidak mencari keuntungan (not for profit organization). Sebagaimana
organisasi lainnya, organisasi sosial memerlukan humas dalam kegiatannya. Hal
ini disebabkan organisasi sosial juga mempunyai publik yang perpu mengetahui
kebijakan-kebijakan organisasi, dan organisasi memerlukan dukungan publiknya.

Contoh
organisasi sosial antara lain:

1.
Asosiasi profesi

2.
Organisasi buruh

3.
Rumah sakit

4.
Organisasi keagamaan

5.
Organisasi Pendidikan

6.
Organisasi fund raising.

 

 

Profesionalisme dan Etika Humas (Modul
(9)

Profesi
adalah suatu kegiatan atau pekerjaan yang semula dihubungkan dengan sumpah dan
janji. Masyarakat kita mengartikan profesi sebagai suatu ketrampilan atau
keahlian khusus yang dimiliki seseorang sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan
utama yang diperolehnya lewat jalur pendidikan atau pengalaman, dan
dilaksanakan secara terus-menerus, serius, yang merupakan sumber utama bagi
nafkah hidupnya.

Profesional
adalah memiliki kemampuan teknis dan operasional yang diterapkan secara optimum
dalam batas-batas etika profesi. Seorang profesional adalah a person who does something with great
skill.

Profesionalisme,
yaitu kemampuan bekerja atau bertindak melalui pertimbangan yang matang dan
benar dalam memberikan pelayanan tertentu berdasarkan klasifikasi pendidikan
dan pelatihan, serta memiliki pengetahuan memadai dan dapat membedakan secara
etis mana yang dapat dilakukan dan mana yang tidak dapat dilakukan sesuai
dengan kode etik profesi.

Suatu
bidang disebut sebagai profesi apabila :

1. memiliki
body of knowledge (badan pengetahuan
bisa ditunjukkan dengan terumuskannya suatu model kerja atau model kerangka
berfikir sebiah bidang kerja, juga bisa dilihat dari adanya suatu falsafah,
misi dan tujuan bidang kerja tersebut secara jelas).

2. memiliki
kode etik profesi (suatu perangkat pedoman tingkah laku yang mengikat semua
anggota profesi, kode etik ini lazimnya disusun dan dikeluarkan oleh sebuah
organisasi profesi).

3. adanya
kontrol akses yang tertutup bagi orang yang ingin memasukinya (adanya upaya
yang dilakukan oleh (utamanya) organisasi profesi yang menyeleksi dan memberi
kriteria bagi orang yang ingin menjadi profesional).

 

Organisasi Profesi

Organisasi
profesi merupakan suatu wadah para profesional di dalam mengembangkan dan
mengadakan suatu studi profesi. Terbentuknya organisasi profesi menunjukkan
adanya komitmen dari para profesionalnya untuk semakin mengukuhkan jati diri.

Berdasarkn
organisasi yang sudah ada, organisasi humas dibedakan menjadi tiga. Pertama
organisasi yang menghimpun para praktisi humas secara umum, kedua, organisasi
yang menghimpun perusahaan humas (konsultan humas), ketiga, organisasi yang
menghimpun para praktisi humas yang dibedakan berdasarkan jenis perusahaannya.

 

Contoh
orgtanisasi humas;

-
Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia
(PERHUMAS),Jakarta.

-
Federation of ASEAN  Public Relations Organization (FAPRO),Kuala Lumpur.

-
Asosiasi Perusahaan Public Relations (APPRI),Jakarta.

-
Public Relations Society of America (PRSA),New York.

-
Institute Public Relations of British
(IPR), Inggris.

-
International Public Relations
Association
(IPRA).

 

Etika dan Kode Etik Kehumasan

Etika
berbeda dengan moral, menurut Ruslan (1995), moral adalah suatu sistem nilai
tentang bagaimana menjalankan hidup dengan membedakan antara yang baik dengan
yang buruk selaku individu dan anggota masyarakat. Moralitas memberikan suatu
petunjuk dalam bentuk bagaimana seharusnya bertindak (das sollen).

 

Etika
lebih banyak menyinggung nilai-nilai atau norma-norma moral yang bersifat
menentukan atau sebagai pedoman sikap tindak dan perilaku dalam wujud yng lebih
konkrit (das sein).

Terdapat
dua macam etika:

1. Etika
deskriptif

Etika yang menelaah secara
kritis dan rasional tentang sikap pola perilaku manusia serta apa yang dikejar
oleh setiap orang dalam hidup sebagai sesuatu yang bernilai.

2. Etika
normatif

Etika yang
menetapkanberbagai sikapdan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki
oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa
yang bernilai dalam hidup ini.

Kode
etik humas merupakan “piagam moral, dan guidelines
atau rambu-rambu untuk mengatur dan menertibkan public officer by profession (praktisi humas sebagai subyek yang
terlibat dalam pekerjaan profesional) dan public
officer by function
(praktisi humas sebagai pihak yang terlibat dalam
proses pengambil keputusan, tanggung jawab, memiliki ketrampilan manajemen
organisasi, dan program kerja dengan persyaratan standar tertentu). Kode etik
profesi dikeluarkan oleh organisasi humas dan sifatnya mengikat para
anggotanya.

 

Disarikan dari:

Buku Materi Pokok SKOM4103 Hubungan
Masyarakat, Liestianingsih Dwi Dayanti, dkk, Jakarta: Universitas Terbuka,
2007.

 

 

 

 

Tugas:

Coba Anda amati salah
satu iklan di salah satu media massa (boleh media cetak atau media elektronik),
kemudian kajilah dari perspektif humas apa yang ingin disampaikan melalui pesan
tersebut.

 

 

 

Selamat
belajar!

Salam,

Sutartono

Materi TTM via Skype ke 1 mata Kuliah Hubungan Masyarakat

Tutor : Bapak Sutartono

TUTORIAL
HUBUNGAN MASYARAKAT

 

Pengertian Dasar Hubungan Masyarakat

Hubungan
Masyarakat (Humas) yang dalam bahasa Inggris popular dengan sebutan Public Relations merupakan salah satu
kajian  Ilmu Komunikasi yang paling pesat
berkembang. Menurut Grunig, Humas adalah kegiatan manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dengan
berbagai macam publiknya (the management of communications between an
organizationand its publics)
, dari pengertian tersebut maka konsep humas
akan selalu berkaitan dengan konsep-konsep lainnya yaitu :

1. Komunikasi

Pembahasan ke-humas-an merupakan bagian dari kajian ilmu komunikasi, karena
semua kegiatan yang menjadi pokok dari humas adalah komunikasi, khususnya
komunikasi organisasi. Humas adalah bagian dari kajian ilmu komunikasi oleh
karenanya humas akan selalu dipandang dari perspektif induk ilmunya yaitu
berkomunikasi.

 

2. Publik

Johnston dan Zawawi mendefenisikan dengan sederhana yaitu sekelompok orang
yang memiliki kepentingan atau kepedulian yang sama (any groups of people
who share interests or concerns)
. Seorang sosiolog; John Dewey mencirikan
publik dengan:

  1. Ada permasalahan yang dihadapi bersama
  2. Permasalahan tersebut benar-benar ada dan harus diselesaikan
  3. Mengorganisir diri untuk melakukan sesuatu serta mencari solusi terhadap
    permasalahan yang dihadapi

Dari pengertian tersebut tampak bahwa publik memiliki arti yang lebih
sempit jika dibandingkan dengan pengertian masyarakat. Oleh karenanya menerjemahkan
Public Relations menjadi Hubungan Masyarakat sebenarnya kurang tepat,
karena keduanya mempunyai konsep yang berbeda.

Dalam perkembangannya, ketika publik telah sadar bahwa ada kepentingan yang
mengikat, mereka akan mengorganisir diri mereka sendiri. Pada
tahap inilah akan muncul opini publik. Keberadaan opini publik yang terorganisir dengan baik, dapat
mempengaruhi kebijakan sebuah organisasi dalam mengambil keputusan. Sehingga
opini publik dapat memberikan keuntungan ataupun kerugian bagi organisasi itu
sendiri.

 

3. Manajemen

Menurut Cutlip, Center dan Brom menyatakan bahwa dilihat dari fungsi
manajemen, kegiatan kehumasan bertugas untuk (1) mengevaluasi sikap dan opini
publik, (2) megidentifikasi serta menyesuaikan kebijakan-kebijakan organisasi
dengan kepentingan publik, serta (3) merencanakan dan melaksanakan
program-program humas agar organisasi dapat mencapai saling pengertian serta
diterima keberadaanya oleh publik. Menyatukan
praktek kehumasan dalam sebuah fungsi manajemen yang terprogram dengan baik
telah menjadi suatu keharusan dalam perkembangan kajian humas saat ini, sehingga menghindari mempraktikkan kegiatan humas dengan
tidak terencana, sporadis atau insidental.

 

4. Organisasi

Don Barnes, menyatakan bahwa dalam organisasi humas berfungsi untuk (1)
memberikan saran pada pihak manajemen mengenai kebijakan dan kaitannya dengan
publik, (2) mengkoordinir kegiatan komunikasi organisasi, (3) melakukan
upaya-upaya untuk menjalin hubungan antara organisasi dan publik, dan (4)
mencari informasi mengenai opini publik terhadap organisasi.

Sehingga disimpulkan bahwa kegiatan kehumasan yang utama adalah
merencanakan serta mengelola dengan baik semua kegiatan komunikasi organisasi
untuk menjalin hubungan timbal balik yang positif antara organisasi dan publiknya.

Selain itu, fungsi dasar humas dapat dipersempit bahwa (1) Humas sebagai
penyampai informasi dari organisasi ke publiknya, dan (2) Humas sebagai pencari informasi dari publik untuk organsiasinya.

 

Perkembangan Konsep Humas

Humas pada awalnya berkembang dari dunia hiburan dengan munculnya era press
agent
. Pada masa ini para press agent menggunakan segala cara termasuk
memanipulasi informasi asalkan pengguna jasa mereka menjadi terkenal. Era ini
dikenal sebagai era dimana praktek humas dipakai secara negatif, sebuah era
manipulatif. Komunikasi digunakan masih bersifat satu arah (one way
communication
).

Saat ini perkembangan humas menuju ke arah mutual understanding. Dimana
pada era ini humas berupaya menjalin komunikasi dua arah yang seimbang antara
sebuah organisasi dengan publiknya. Sehingga cara-cara yang digunakan memiliki
etika untuk memperoleh dukungan dan kedudukan yang baik di tengah-tengah
masyarakat. Komunikasi yang dijalan antara organisasi dan publik pada masa ini
adalah two-way assymetrical model atau hubungan dua arah asimetris.
Artinya, hubungan yang ada telah mengenal feedback
dari publik ke organisasi, namun umpan balik tersebut hanya untuk keuntungan
organisasi. Pada akhirnya, humas harus menjadi hubungan dua arah yang simetris
(two-way symtrical model), yaitu hubungan yang terjalin dengan baik
antara kedua belah pihak yang saling mempunyai umpan balik, sebagai keuntungan
bersama-sama, baik organisasi maupun publik.

 

Gejala Awal Kegiatan Humas

Manusia
adalah makhluk social, manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia berusaha membangun hubungan antar manusia karena manusia tidak
dapat memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri. Hubungan yang dibangun mempunyai
tujuan untuk keberlangsungan hidup. Dalam membangun hubungan itu diupayakan
untuk menciptakan saling percaya, saling mempengaruhi dan saling menguntungkan.
Upaya tersebut dapat dikatakan sebagai gejala humas. Gejala awal kegiatan humas
seperti ini dikenal sejak zaman primitif hingga zaman pertengahan. Munculnya
revolusi industri merupakan awal dari tahapan sejarah kegiatan humas. Di
Amerika perkembangan humas dibagi dalam tiga periode; (1) Manipulation
period
; Humas pada tahap ini menjadi alat untuk mencapai tujuan-tujuan
tertentu seperti kepopuleran, membentuk opini publik, namun dengan memanipulasi
informasi. (2) Information period; humas pada periode ini dalam
memberikan informasi masih bersifat satu arah, belum dalam bentuk hubungan
timbal balik. Sehingga, publik belum mempunyai ruang untuk menyampaikan
keinginan dan kebutuhannya. (3) Mutual influence and understanding period; pada periode ini humas tidak lagi satu arah namun telah berposisi penting
dalam organisasi, humas berfungsi manajemen yang mengembangkan sikap budi
manajemen dengan publiknya. Setelah periode ini muncullah humas pada masa
modern atau kontemporer.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Praktek Humas

Menurut Vercic, Grunic dan Grunic dalam Sriramesh (2004) perkembangan humas
dipengaruhi oleh variabel lingkungan negara masing-masing yaitu ideologi,sistem
ekonomi, budaya dan sistem media.

  1. Demokratisasi kehidupan politik

Dalam negara yang menjadika demokrasi sebagai pilar utama
maka suara rakyat menjadi dasar negara, kebebasan berpendapat, beropini dijamin
oleh undang-undang. Hal ini sejalan dengan prinsip humas yang merupakan
kegiatan komunikasi dua arah yang seimbang antara organisasi dan publiknya.
Komunikasi tersebut bisa berjalan dengan baik jika dilandasi keterbukaan,
prinsip menghargai opini, atau pendapat yang berbeda.

  1. Industrialisasi dan pasar bebas

Industrialisasi memunculkan pasar bebas, sehingga
kompetisi yang terbuka menjadi strategi humas untuk memenangkan persaingan.
Karena humas berperan penting untuk membangun citra lembaga bisnis, citra
produk dan citra corporate.

  1. Perkembangan Teknologi Komunikasi

Perkembangan pesat teknologi komunikasi saat ini
menjadikan teknik humas semakin berkembang pula. Jarak tidak lagi menjadi
kendala sehingga informasi menjadi kebutuhan. Dengan kemajuan ini tentu sangat
menunjang kegiatan humas.

 

 

  1. Penerapan Good Governance

Pemerintahan yang bersih menciptakan iklim usaha yang
sehat, iklim sehat menciptakan persaingan sehat. Sehingga mendorong munculnya
berbagai teknik komunikasi untuk menunjang persaingan bisnis, teknik tersebut
salah satunya adalah humas

 

Kedudukan Dan Peran Humas Dalam Organisasi

Organisasi merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan kompleks. Di dalamnya terdapat berbagai elemen yang saling berkaitan. Antara elemen
memerlukan interaksi agar organisasi sebagai sistem dapat mencapai tujuannya.
Humas adalah salah satu aspek dari elemen organisasi untuk ikut serta membantu
mengelola interaksi organisasi dengan komponen-komponennya.

Menurut Grunig dan Hun, sebuah sistem terdiri dari aspek-aspek; lingkungan
(Enveronment), pembatas (Boundary), masukan (Input), keluaran
(Output), proses (troughtput), dan umpan balik (feedback).
Selain itu, bentuk sistem organisasi terbagi menjadi tertutup dan terbuka.
Organisasi tertutup adalah sistem organisasi yang tidak berinteraksi dengan
lingkungannya, dalam artian semua elemen dan kebutuhan organsiasi dapat
dipenuhi oleh internal organisasi. Sedangkan organisasi terbuka adalah
sebaliknya, membutuhkan elemen dan interaksi dengan lingkungan luar.

Bagaimana keberadaan dan peran humas di dalam struktur organisasi? Adabeberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan humas dalam struktur
organisasi; (1) besar kecilnya organisasi, dan (2) kemauan pemimpinnya. Dalam
organisasi Humas terdapat dua peran besar bagi humas, yaitu sebagai teknisi dan
manajer. Sebagai manajer humas berperan sebagai :

1. Expert preciber (ahli atau penasehat manajemen)

Praktisi humas dianggap sebagai seorang ahli yang bisa
memberi solusi bagi permasalahan humas sebuah organisasi dan manajemen.

2. Communications facilitator

Praktisi humas bertindak sebagai perantara, penghubung,
penerjemah serta mediator, menjaga terwujudnya komunikasi dua arah antara
organisasi dan publiknya.

3. Problem solving process facilitator

Humas dilibatkan dalam memecahkan masalah organisasi,
meskipun peranannya masih dalam koridor komunikasi.

 

Sedangkan Dozier mengidentifikasi dua peran tingkat menengah, yaitu :

1. Media relations role.

Tugas praktisi humas memastikan media selalu mendapat
informasi dari organisasi apa saja yang dibutuhkan dan dikhawatirkan media.

2. Communication and laison role.

Humas bertugas sebagai perwakilan dari organisai dalam
kegiatan-kegiatan untuk menciptakan peluang berkomunikasi antara organisasi dan
publiknya.

 

Sumber: Buku Materi Pokok SKOM4103 Hubungan Masyarakat Edisi 2, Jakarta, Penerbit
Universitas Terbuka (2007)

 

Tugas 1.

Carilah
definisi tentang Hubungan Masyarakat atau Public
Relations
(minimal 3), kemudian simpulkan menurut Anda apa Hubungan
Masyarakat itu.

Materi TTM via Skype ke 1 mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi

Tutor : Ibu Nila K.W.

TUTORIAL PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

 

PENGERTIAN KOMUNIKASI, UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI,
TAHAPAN KOMUNIKASI DAN MODEL-MODEL KOMUNIKASI

 

Saudara
mahasiswa, dalam pertemuan kali ini kita akan membahas tentang pengertian
komunikasi, unsur-un\sur yang terlibat dalam proses komunikasi, tahapan berlangsungnya
proses komunikasi dan model-model yang menggambarkan berlangsungnya proses
komunikasi.

 

Saudara mahasiswa, kita sebagai orang
yang berkecimpung dalam bidang komunikasi, saya sebagai tenaga pengajar dan
Anda sebagai mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, tentu sangat tidak
asing dengan istilah komunikasi. Sering kita mendengar orang berkata ”sebaiknya
hal itu dikomunikasikan terlebih dahulu”, ”itu diakibatkan karena adanya miss
communication” 
dan
sebagainya. Lalu, apa arti sesungguhnya dari komunikasi itu sendiri?. Banyak
para ahli mendefinisikan komunikasi, namun secara garis besar yang dimaksud
dengan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang
lain. Dalam proses penyampaian pesan tersebut, terdapat beberapa unsur di
dalamnya, yaitu:

  1. Sumber, bisa juga disebut sebagai pengirim
    pesan, Komunikator atau source. Sumber
    bisa berupa individu, kelompok atau organisasi
  2. Pesan (message), yang meliputi pesan verbal
    (lisan maupun tulisan) dan  pesan
    nonverbal.
  3. Saluran, bisa juga disebut dengan media atau
    chanel yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Berupa media personal (gelombang udara, surat, telepon) maupun media massa
    (tv, radio, suratkabar, majalah)
  4. Penerima, bisa disebut dengan istilah komunikan,
    receiver atau khalayak. Berupa individu, kelompok maupunmassa.
  5. Dampak
    (akibat) yang terjadi pada diri komunikan setelah diterpa pesan. Dampak yang
    ditimbulkan dapat beupa dampak kognitif, afektif, behavior/psikomotorik
  6. Umpan balik (respon/tanggapan) dari komunikan terhadap pesan yang diterima
  7. Gangguan (noise) bisa terjadi pada waktu
    penyampaian pesan, sehingga pesan tidak dapat diterima oleh komunikan secara
    tepat. Gangguan dapat berupa gangguan fisik dan psikis.

Bila kemudian unsur-unsur komunikasi
tersebut menyatu dalam suatu kegiatan komunikasi, maka terbentuklah suatu
proses komunikasi yaitu serangkaian tindakan yang terjadi secara berurutan
dalam kurun waktu tertentu dan memiliki keterkaitan antara satu unsur dengan
unsur lainnya. Namun demikian, tidak setiap proses komunikasi melibatkan semua
unsur komunikasi. Tergantung pada konteks
berlangsungnya komunikasi.

 

 

 

Adapun keberlangsungan proses komunikasi dapat
dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan, yaitu:

  1. komunikasi intra pribadi, yaitu proses komunikasi
    yang terjadi dalam diri seseorang
  2. komunikasi antar pribadi, yaitu komunikasi
    yang terjadi secara langsung antara seseorang dengan orang lain, dan pesan
    yang dipertukarkan sifatanya pribadi
  3. komunikasi  dalam kelompok, yaitu komunikasi yang berlangsung
    di antara anggota suatu kelompok. Pesan yang dipertukarkan menyangkut
    kepentingan seluruh anggota kelompok
  4. komunikai antar kelompok, yaitu komunikasi
    yang terjadi antara satu kelompok dengan kelompok lain. Pesan yang
    disampaikan menyangkut kepentingan kelompok
  5. komunikasi organisasi, yaitu komunikasi yang
    berlangsung di dalam suatu organisasi atau antar organisasi. pesan yang
    disampaikan bersifat formal menyangkut kepentingan organisasi maupun
    orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut
  6. komunikasi dengan masyarakat luas (massa),
    yaitu komunikasi yang ditujukan kepada masyarakat luas, dengan menggunakan
    media massa seperti surat kabar, tv, radio dan sejenisnya.

 

Selanjutnya, untuk melihat bagaimana suatu proses
komunikasi, yang melibatkan unsur-unsur komunikasi dan dilakukan melalui salah satu
tahapan komunikasi, dapat digunakan model-model komunikasi.

 

Model sering digunakan untuk menggambarkan berbagai
fenomena yang terjadi dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia. Tidak
terkecuali  peristiwa komunikasi. Dalam
peristiwa komunikasi model digunakan untuk melihat faktor-faktor atau
unsur-unsur yang terlibat dalam peristiwa komunikasi, struktur yang terjadi
dalam peristiwa komunikasi dan peran yang dimainkan oleh masing-masing
unsur.

 

Dalam ilmu komunikasi banyak model yang dapat digunakan
untuk melihat  berbagai peristiwa
komunikasi yang terjadi. Namun, bila model-model tersebut disarikan, maka
paling tidak ada tiga urutan kelompok model, yaitu:

  1. Model
    dasar komunikasi.

Titik berat model dasar komunikasi adalah pada upaya
menggambarkan proses terjadinya peristiwa komunikasi. Model dasar komunikasi
memberikan gambaran tentang unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam peristiwa
komunikasi dan bagaimana masing-masing unsur saling terkait membentuk suatu
proses komunikasi. Yang termasuk model dasar komunikasi adalah  model komunikasi intra pribadi dan antar
pribadi dari Barnlund; model komunikasi linear dari Lasswell: model komunikasi
sirkuler dari Osgood dan Schramm; model komunikasi Gerbner; Model komunikasi
Riley and Riley; model komunikasi Newcomb; model komunikasi Shanon dan Weaver;
model komunikasi DeFleur.

 

 

 

  1. model
    pengaruh komunikasi.

Model pengaruh komunikasi menggambarkan
bagaimana upaya komunikator dalam mempengaruhi khalayak agar pesan yang
disampaikan dapat diterima oleh khalayak.
Fokus utama dari model ini adalah pihak komunikator atau sumber  penyampai pesan.  Yang termasuk dalam model pengaruh komunikasi
antara lain: model stimulus respon dari Dew Flerur; model pengaruh psikkologis
TV dari Comstock; model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld

 

  1. model
    dampak komunikasi

Titik berat dari model dampak komunikasi adalah akibat
dari suatu peristiwa komunikasi. Model ini menggambarkan  bagaimana akibat atau dampak yang terjadi pada
diri khalayak setelah khalayak diterpa suatu pesan komunikasi. Dampak yang
ditimbulkan bisa hanya sekedar terbentuknya pengetahuan (kognitif) khalayak,
bisa sikap (afektif) khalayak, atau bahkan sampai terjadi perubahan perilaku (
konatif) pada diri khalayak.

 

Dalam pelaksanaannya, porses komunikasi akan berjalan dengan lancar bila
ada overlaping of interest (pertautan
antara minat dan kepentingan). Adapun overlaping of interest akan munc6ul bila
kedua belah pihak yang berkomunikasi memiliki frame of reference (kerangka refeerensi) yang sama pula

 

Tugas:  buatlah sebuah ilustrasi tentang suatu
peristiwa atau proses komunikasi, tentukan model apa yang digunakan untuk
menggambarkan peristiwa komunikasi tersebut. Dan jelaskan mengapa anda
menggunakan model tersebut.

 

Tugas dikumpulkan paling lambat
hari jumat tanggal 14 Oktober 2011

Materi TTM via Skype ke 2 Mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi

Tutor : Ibu Nila K.W

Saudara
mahasiswa, pada tutorial ke dua ini kita akan membahas konsep informasi dan
komunikasi nonverbal. Materi sepenuhnya diambil dari BMP Pengantar Ilmu
Komunikasi

Konsep Informasi

Menurut frasher, konsep dari informasi adalah:

  1. fakta/data
  2. makna data
  3. ketidakpastian yang bisa
    direduksi dengan beberpa alternative pilihan

 

ketidak pastian
(entrophy) disebabkan karena danya noise atau gannguan, baik gangguan dari
pihak pengirim pesan, salurannya, pesannya. Untuk mengatasi ketidak pastian
shanon weafer menggunakan konsep redundancy, yaitu pengulangan baik dengan kata
yang sama atau artinya sama.

 

Adapun tinggi rendahn ya kualitas suatu
informasi dapat dilihat dari:

  1. kegunaannya (usefull)
  2. nilainya (valuable)
  3. faktualitasnya (factual)
  4. keterandalan (precision)
  5. kebenaran (truth)

 

karena informasi terkait dengan prosesa
pemaknaan, yang mana proses pemaknaan ini bisa berbeda antara satu orang dengan
orang lain, maka tingkat kualitas informasi antara satu orang dengan orang lain
bisa berbeda

Komunikasi Nonverbal

komunikasi nonverbal adalah pesan-pesan yang diekspresikan sceara sengaja atau tidak
sengaja melalui gerakan/tindakan/perilaku atau suara-suara dan vocal yang
berbeda dai penggunaan kata-kata dalam bahasa

 

Joseph A. Devito
memberikan  batasan umum tentang komunikasi
non verbal sebagai berikut:

  1. komun ikasi non verbal berada
    dalam konteks. artinya suatu perilaku nonverbal yang sama mungkin akan
    mempunyai makna yang berbeda ketika muncul dalam konteks yang berlainan.
  2. perilaku nonverbal adalah perilaku
    yang normal. Gerakan tubuh, ekspresi wajah dan sebagainya merupakan suatu
    perilaku yang normal
  3. tindakan nonverbal saling
    terintegrasi.. artinya seluruh tubuh secara normal bekerjasama
    mengkomunikasikan makna-makna tertentu
  4. pesan berbal dan nonverbal saling
    terintegrasi. Di dalam suatu pesan komunikasi, perilaku nonverbal saling
    terkait dengan pesan verbal yang menyertainya
  5. pesan komunikasi nonverbal bermakna
    rangkap.
  6. perilaku nonverbal selalu
    dikomunikasikan. gerakan yang kita lakukan dikomunikasikan pada pihak lain
  7. komunikasi nonverbal berada dalam
    satu aturan. gerakan nonverbal kita terkadang mengikuti nilai dan norma
    yang berlaku di masyarakat
  8. komunikasi nonverbal sangat
    menentukan
  9. komunikasi nonverbal sangat
    dipercaya
  10. perilaku nonverbal adalah
    metakomunikasi

 

jenis-jenis
komunikasi nonverbal:

  1. komunikasi tubuh:

1.1. komunikasi gestura

    1. emblem
    2. illustrator
    3. penampilan afeksi
    4. regulator
    5. adaptor

1.2. komunikasi wajah:

a. rasa senang dan tidak senang

b. arousal

c. rasa dominan dan sikap menurut

1.3. komunikasi mata:

a. fungsi kontak mata

b. fungsi menghindar

c. melebarkan mata

1.4. komunikasi sentuhan

a. ungkapan seksual

b. menghibur atau
memberi dukun gan

c. kekuasaan dan
dominasi

  1. komunikasi ruang
    1. proxemics
    2. territorial
    3. estetika dan warna

 

  1. diam
    1. memberi kesempatan berpikir
    2. menyakiti
    3. mengisolasi diri
    4. mencegah komunikasoi
    5. menmgkomun ikasikan perasaan
    6. tidak menyampaikan sesuatu pesan

 

  1. paralanguage: ketepatan berbicara,
    volume, ritme, bentuk-bentuk vocal, tinggi rendah suara

 

  1. komunikasi temporal

 

fungsi komunikasi
nonverbal:

  1. repetisi/pengulangan
  2. kontradisksi/perlawanan
  3. substitusi/pengganti
  4. komplemen/pelengkap
  5. regulasi/pengatur
  6. aksentuasi/penekanan